Perayaan Maulid Nabi, Bolehkah?

Menjelang akhir bulan Desember 2015, atau lebih tepatnya bulan Rabiul Awal 1437 Hijriyah ini, sebagian besar civitas akademik Indonesia sedang menikmati hari libur semester. In syaa Allah, menurut kalender nasional, tanggal 24 ini berwarna merah, yang berarti akan ada libur nasional. Tahukah dirimu tentang hari libur nasional tanggal 24 Desember 2015 itu, hari apa?

Itulah hari yang menurut beberapa sumber adalah hari lahirnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tahukah engkau, saudara-saudariku? Ada sebuah pertanyaan yang sering terulang mengenai hal ini:

“Bolehkah kita merayakan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Perayaan maulid Nabi menjadi budaya yang seolah biasa-biasa saja. Ini yang aku rasakan di Indonesia, di tempat kelahiranku di Cirebon dan hampir di setiap kota dengan kaum mayoritas muslim. Ya, aku hidup dan tumbuh di lingkungan yang terbiasa merayakan maulid walau aku dan keluargaku tidak membiasakannya. Maulid diriku sendiri, maulid kakakku, adikku atau maulid siapapun, hari ibu, hari ayah dan beberapa perayaan lainnya yang sebenarnya aku benar-benar tidak tahu asal-usulnya dan pandangannya dalam agamaku.

Mungkin, kaum yang berorientalis Hak Asasi Manusia sangat menjunjung tinggi kreatifitas, budaya dan lain sebagainya. Mereka bilang ‘freedom of choice’ atau apapun terserah mereka, tetapi aku sadar, aku hanyalah makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan dengan kehendak-Nya. Aku tahu mati akan menjemputku dan aku tidak mau mengambil resiko tanpa ilmu pengetahuan.

Teman, secara umum, (memang) kebanyakan orang menganggap ini sebagai budaya ulang tahun yang biasa, yang dalam bahasa Arab berarti maulid. Apalagi ini maulid Rasul kita, beliau bukan sembarang manusia. Kemudian, mengacu pada pertanyaannya sekarang, bolehkah kita merayakannya? Menjadikannya hari raya, padahal kita tahu bahwa hari raya Islam menurut Al Qur’an dan Sunnah hanya ada dua, yakni Iedul Adha dan Iedul Fitri. Well guys, ada baiknya belajar ilmu tentang ‘sekadar merayakan hari ulang tahun’ pada catatanku tentang: Ulang Tahun dalam Islam. Dari  situ bisa ditebak, pandangan Islam menurut Sunnah tentang perayaan maulid Nabi yang sesungguhnya, please read it and watch this video (also)! \(^.^)/

Berdasarkan video itu, mungkin kamu akan sedikit terkejut. Percayalah, aku pun sama pada awalnya. Karena, like I’ve told you before, aku hidup di lingkungan yang membiasakannya, baik di sekolah dan di perkampungan rumah. Sayangnya dulu aku pun tidak begitu peduli dengan ilmu Islam jadi aku cenderung bersikap ‘so-so’ terkait hal ini, walaupun memang keluargaku sendiri tidak membiasakan perayaan ulang tahun siapapun. But that’s all, without knowing the authentic reason why I should do these things.

Kini, ketika aku mengetahui dalilnya, aku memilih untuk berbagi ilmu bahwa perayaan maulid Nabi itu tidak ada dalilnya yang shahih, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dari para sahabat (generasi emas Islam). Cukuplah ini menjadi hujjah bagi diriku yang menguatkan dalilku memilih untuk tidak merayakannya :)

“Untuk urusan ibadah, perhatikan dalilnya. Untuk urusan dunia, perhatikan apakah ada larangannya.”

Aku sadar, di negeriku, ada pandangan yang mengatakan bahwa merayakan maulid Nabi itu tidak mengapa karena toh hal-hal yang dilakukan adalah baik. Silahkan saja, aku berusaha menghormati pendapat itu. Tetapi aku hanya bisa memilih kata-kata untukmu sebagai nasehat terbaik yang bisa kusampaikan karena aku ingin belajar peduli :)

Dear muslim family, I love you and I don’t want you to be angry with me. Aku pernah kesal kepada seseorang karena dia tidak pernah menasehatiku ketika aku berbuat salah di hadapannya, padahal dia tahu kebenarannya. Aku tidak ingin membiarkanmu tidak tahu nasehat ini. A simple reason to express this thing is that: Love because of Allah, and I do really hope I can make it, since I also really need your advice.

Berikut ini adalah situs yang aku rekomendasikan terkait perayaan maulid Nabi ini: Kumpulan Penjelasan Mengenai Perayaan Maulid NabiSemoga Allah memudahkan kita untuk berdzikir , bersyukur, dan melakukan ibadah dengan sebaik-baiknya kepada-Nya. Aamiin yaa Rabb.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s