Internet, Sebelah Surga Sebelah Neraka

Write0001

Kemajuan teknologi merupakan salah satu nikmat Allah yang kini sangat kentara kita rasakan, namun di sisi lain dia adalah fitnah dalam kehidupan umat manusia. Berbagai produk teknologi telah merasuk jantung setiap individu, melintasi batas budaya, suku, bangsa, dan agama.

Di antara produk teknologi modern tersebut adalah internet dengan beraneka situs jejaring sosial yang tersedia sebagai portal dunia baru, termasuk situs yang kini diminati sebagian kalangan seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram, dan lain-lain.

Alat-alat modern tersebut ibarat pisau yang sangat tajam, ada sisi manfaatnya dan ada sisi bahayanya, tergantung pada penggunanya. Islam sendiri pada dasarnya tidak melarang perkembangan dan kemajuan teknologi karena memang hukum asalnya adalah mubah ‘boleh’. Namun, harus kita sadari bahwa para setan dari jenis jin dan manusia tidak akan tinggal diam untuk berusaha menjadikan alat-alat teknologi tersebut sebagai jaring dalam memangsa korban-korban untuk dirusak iman dan akhlak mereka. Sungguh betapa banyak kerusakan dan kemaksiatan yang sumbernya adalah internet.

Oleh karenanya, sebagai seorang muslim hendaknya kita menggunakan alat-alat teknologi ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai lahan pahala bagi kita berupa dakwah, silaturahmi dan sebagainya, bukan malah menjadikannya alat ghibah, fitnah, provokasi, gosip, nafsu birahi dan lain sebagainya.

Hendaknya kita ingat bahwa kemudahan seorang dalam maksiat bukanlah pertanda bahwa Allah meridhoinya, namun kita harus menyadari bahwa semua adalah ujian dan cobaan akan keimanan kita kepada Allah, apakah kita benar-benar jujur hanya takut kepada-Nya ataukah hanya sekadar pengakuan belaka tanpa bukti yang nyata. Faedah ini tersirat dalam firman Allah:

يايهاالذينءامنواليبلكم الله بشىءمن الصيدتناله ايديكم ورماحكم ليعلم الله من يخا فه با لغيب فمن اعتدى بعدذلك فله عذاب اليم .(۴۹)

Hai orang-orang beriman, sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun dia tidak dapat melihat-Nya. Barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, maka baginya adzab yang pedih. (QS. Al-Maidah (5): 94)

Maka sudah selayaknya seorang muslim yang mau berinternet mengetahui rambu-rambu syari’at dalam hal ini agar tidak terjerumus dalam bujuk rayu setan yang mengajak pengikutnya untuk ramai-ramai bersama masuk neraka.

Sumber. Majalah Al Furqon Edisi 11/Th.10 Nomor 114, hal. 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s